It's Complicated

Catatan Kecil Kegiatan Tudang Sipulung

06:51 by very_oe02

Catatan kecil dari kegiatan Tudang Sipulung “Reposisi Pesta Demokrasi dalam menghadapi Pemilu 2009”
Sebenarnya tulisan ini sudah lama ingin aku masukkan di blogku, tapi karena sempat "menghilang". jadinya baru kali ini aku sempat corat-coret dikit di blogku lagi..

Rabu pagi di bulan september, sekitar pukul 8.00, aku dibangunkan oleh dering handphoneku, saat itu aku menerima telpon dari seorang teman yang mengingatkan aku kegiatan hari ini. Bergegas aku bangun dari tempat tidurku dan buru-buru menuju kamar mandi. Begitu selesai aku langsung siap-siap mengenakan pakaian formal yang sudah dari semalam aku siapkan tergantung di pintu kamarku. Yah, hari ini aku kebetulan akan menjadi MC di kegiatan Tudang Sipulung yang di gagas bersama teman-teman mahasiswa asal sebatik yang menempuh studinya baik di wilayah Sebatik itu sendiri maupun yang menempuh studinya dibeberapa kota di luar Sebatik seperti kota Tarakan, Samarinda, Makassar, Palu, Malang dan Jogja. Aku dan teman-temanku itu tergabung dalam satu aliansi bernama Aliansi Mahasiswa Sebatik Peduli Demokrasi (AMS-PD).
Berawal dari cerita-cerita lepas di sebuah Café seputaran pusat kecamatan Sebatik akhirnya Aliansi ini terbentuk. Saat itu yang menjadi perbincangan awal adalah tentang momen Pemilu untuk anggota legislative yang tidak lama lagi akan digelar. Seperti yang menjadi pengamatan kami bahwa saat ini tengah terjadi gelombang antusiasme berpolitik dari beberapa kalangan tokoh masyarakat, tokoh agama bahkan hingga ke golongan pemuda. Antusiasme itu terlihat dengan daftar calon legislator DPRD Kab.Nunukan asal Dapil II (Kec.Sebatik dan Kec.Sebatik) barat mencapai jumlah 92 orang (data dari Daftar Calon Sementatara, KPUD Nunukan) yang terdiri dari segala macam golongan Agama,Suku, higga Usia.
Akhirnya Ide terakhir yang muncul dari serangkaian diskusi dari beberapa teman yang Peduli akan proses demokratisasi, maka digagas lah satu ide untuk membuat kegiatan dalam bentuk dialog/diskusi dengan KPUD Nunukan, Pengamat Politik, Tokoh Masyarakat, dan melibatkan para Caleg yang terdafttar pada Dapil II Sebatik. Kegiatan ini dirangkai dalam sebuah kegiatan “Tudang Sipulung” yang memiliki arti “duduk bersama” tanpa melihat background golongan atau partai dari individu-individu yang diundang pada acara tersebut.
Acara yang telah dipersiapkan dengan segala upaya itu akhirnya terlaksana juga pada tanggal 8 Oktober 2008. Tepat pada pukul 9.00 wita acara tersebut pun dimulai. Aku mulai membuka acara dan menyambut tamu-tamu yang hadir dengan sapaan selamat dating dan salam di tanbaha sedikit senyuman yang coba menutupi wajah lelahku karena semalam aku begadang bersama teman-teman yang lain untuk menyelesaikan evaluasi akhir konsep acara dan membuat spanduk kegiatan.
Sebenarnya bila dilihat dari antusiasme dari kalangan masyarakat, kegiatan ini cukup mendapat apresiasi, yang terlihat dari banyaknya tamu undangan yang hadir. Akan tetapi sangat disayangkan, dari keseluruhan jumlah Caleg hanya ada sekitar 25 % Caleg yang hadir. Dari 18 parpol yang menempatkan calon-calonnya hanya ada 9 Parpol yang mengutus calegnya untuk hadir pada acara tersebut. Setelah coba dikonfirmasi ternyata ada berbagai macam hambatan yang diutarakan oleh DPC parpol yang ada. Antara lain karena kesibukan pasca lebaran dari beberapa caleg. Adapula pimpinan DPC parpol yang dengan terang-terangan menyatakan tidak akan hadir pada acara tersebut karena katanya “takut” ide-idenya dalam membangun Sebatik akan “dicuri” oleh orang lain, hmmmm, sebuah argument yang sedikit menggelitik buat saya. Tapi itu kebebasan tiap individu untuk menyatakan argumennya.
Meski dengan kondisi yang demikian, acara ini tetap harus dilanjutkan mengingat antusiasme dari tamu yang dating dari kalangan masyarakat, pemuda, mahasiswa dan pelajar, juga apresiasi yang diberikan oleh dua pembicara yang hadir pada hari yaitu Bapak Sri Widodo selaku perwakilan dari KPUD Nunukan dan Bapak Kaharuddin yang merupakan seorang pengamat dinamika politik yang terjadi di Kab.Nunukan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Kedua pemateri yang kami undang ini menyatakan salut dan memberi semangat pada kami untuk sanantiasa menggali daya nalar kritis dan kreativitas kami untuk menggagas berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi kemajuan Sebatik.

It's Complicated

Bersatu lawan Korupsi

21:15 by very_oe02

Miris.. membaca berita tentang pengusutan kasus korupsi pembangunan jalan di Sebatik yang tak kunjung mendaptkan jalan terang..
Seingatku sejak tahun 2005 kasus ini mulai mencuat dan menjadi perbincangan sebagian kecil masyarakat Sebatik yang gerah melihat ketidak nyamanan akibat kondisi jalan yang selalu mengalami kerusakan, walaupun telah beberapa kali pihak pemkab melaksanakan proyek pembangunan jalan di kawasan utara Provinsi Kalimantan timur ini.

Saatnya Bangkit untuk melawan Korupsi

Korupsi adalah hasil persilangan antara keserakahan dan ketidakpedulian sosial. Yang tega melakukan korupsi adalah mereka yang tidak dapat mengendalikan keserakahan dan tidak peduli atas dampak dari perbuatannya terhadap bangsa dan negara.

Korupsi memang sudah sepatutnya menjadi musuh bersama bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Praktek korupsi sudah berlangsung sedemikian parah selama bertahun-tahun sehingga korupsi seakan-akan sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Adalah fakta bahwa korupsi merupakan salah satu penyebab mengapa Indonesia belum juga bisa melepaskan diri dari kemiskinan dan kebodohan, uang negara yang seharusnya digunakan untuk menyediakan berbagai macam fasilitas pendukung ekonomi malah digunakan untuk kepentingan pribadi para pejabat negara. Bank Dunia sudah membuktikan melalui laporan yang komprehensif bahwa praktek korupsi memiliki kaitan yang sangat erat dengan kemiskinan dimana semua negara miskin di dunia dijalankan oleh pemerintah yang korup.

Gerakan anti korupsi sudah sepatutnya dikumandangkan secara lebih meriah oleh pemerintah dan setiap elemen masyarakat di Indonesia. Kebencian terhadap praktek korupsi dan para koruptor sudah seharusnya merasuki tiap benak individu terutama para generasi muda penerus bangsa. Hanya dengan mengurangi tingkat korupsi di setiap lini birokrasi Indonesia dapat mengejar ketertinggalannya dengan negara-negara lain. Kalau saat ini Cina saja, yang dua puluh tahun lalu masih menjadi bangsa yang tertinggal, sudah bisa menembak mati para koruptor kakap mereka maka sudah saatnya Indonesia memiliki sebuah konsensus nasional yang kuat melawan korupsi. Korupsi harus dilawan dan dibunuh, bukan ditoleransi, dikompromisasikan, atau bahkan dimaafkan. Korupsi tidak akan pernah berkurang dan terselesaikan sebelum para koruptor kelas kakap menangis tersedu-sedu di balik jeruji penjara.
Pemberantasan korupsi (yang sudah) terstruktur dan sistematis hanya dapat dilakukan jika ada ketegasan dari pemerintah. Sebab tak jarang kebijakan pemerintah sendirilah (yang) justru membuka peluang bagi terjadinya korupsi. Untuk mengatasinya adalah dengan reformasi birokrasi, disamping upaya pengelolaan anggaran secara terbuka dan dihindarinya tumpang tindih peraturan.
Karena kondisi penegakan hukukm terhadap tindak korupsi saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja aparat penegak hukum dalam pemberantasan korupsi, namun juga sangat dipengaruhi oleh kinerja berbagai lembaga pemerintah, legislatif maupun lembaga-lembaga audit baik pusat dan daerah dalam menjalankan fungsinya sebagai penyokong pemberantasan korupsi.

Upaya represif sebesar apapun yang dilakukan oleh aparat penegak hukum tidak akan maksimal jika tidak diikuti oleh upaya preventif. Karena minimnya upaya pencegahan selama ini berperan penting dalam suburnya praktek korupsi di Indonesia. Dikarenakan sistem pemerintahan selama ini memberikan peluang bagi timbulnya niat aparat pemerintah untuk korupsi dan juga menciptakan kesempatan untuk korupsi.

Intinya, ada 1001 cara untuk melawan korupsi dan korupsi bukanlah hal yang tidak bisa dilawan. Mari kita lawan korupsi dan dengarkan suara rakyat miskin, karena suara mereka adalah suara Tuhan.

It's Complicated

MARS IPMS MAKASSAR

04:11 by very_oe02

Saat Matahari Menyinari Bumi
Kita Bersatu Dalam Janji Terpatri
Tuk Membangun Tanah Kita Tercinta
Dalam Sgala Suka dan Duka

Tak Mengenal Lelah Ataupun Resah
Demi Satu Tujuan Mulia
Menuju Sebatik Tercinta
Aman Damai Makmur dan Sentosa

Reff:
Marilah Putra dan Putri Sebatik
Eratkan Persaudaraan Kita
Bersatu Dalam Satu Rangkulan
Ikatan Pelajar Mahasiswa Sebatik
**
Bulat Lambangnya Sebulat Tekad Kita
Tuk Mencurahkan Segala Usaha
Demi Masa Depan Kita Semua
Dalam Ridho Yang Maha Kuasa

Back to Reff & **


Lagu Mars IPMS-Makassar, lagu yang udah 4 Tahun lalu aku ciptakan bareng Kanda Iwan (Sekarang Alumni IPMS-Makassar). Waktu itu aku masih menjabat sebagai ketua umum IPMS-Makassar. Awalnya sih iseng-iseng aja, tapi pas ada momen bagus, pada saat itu acara "tudang sipulung" masyarakat Sebatik dengan Anggota Legislatif DPRD Kab.Nunukan yang berasal dari DAPIL II Kec.Sebatik, Aku beranikan diri untuk menampilkan paduan suara (Adik-Adik SMU Taruna Sebatik) untuk membawakan lagu ini pada saat acara pembukaan. Jadilah proyek dadakan yang hanya memakan waktu 3 hari untuk aku dibantu dengan kanda Iwan untuk menyelesaikan lagunya kemudian hanya ada 2 hari untuk adik-adik paduan suara latihan membawakannya, akhirnya lagu ini berhasil juga "mengudara". He,,he,, Ada sedikit rasa bangga juga mendengar lagu itu dinyayikan dan didengarkan oleh tamu undangan yang hadir pada saat itu..
Walaupun kini sudah jarang warga IPMS yang tau lagu ini, tapi aku dan pengurus IPMS tahun ini telah berusaha untuk "menyelamatkan" lagu ini. Dan semoga gak akan pernah hilang seiring waktu..
Mungkin ini lah saja yang dapat aku persembahkan buat IPMS-Makassar, sebuah organisasi kecil yang di anggotai oleh orang-orang berjiwa besar..
"Bulatkan Tekad..!!!" "Menuju Sebatik Nan Jaya...!!!

It's Complicated

I'm back... again

20:03 by very_oe02

Wah, akhirnya.....
Hari ini saya nulis lagi di blog ini..

setelah berbulan-bulan aku tidak menulis satu posting pun. Terakhir menulis sebelum aku "back to sebatik" di kalimantan tanah kelahiranku untuk benar-benar 'berlibur' panjang.

Yah, Aku benar-benar ingin mulai menulis lagi. Mewarnai halaman blog sederhanaku ini dengan pelangi pikiran yang telah lama beristirahat di bawah teduhnya pohon bernama "libur panjang".
Dalam beberapa bulan ini sebenarnya ada banyak hal yang sebenarnya bisa diceritakan, tapi entah kenapa susah sekali menerjemahkannya dalam bentuk tulisan. Mungkin benar, situasi dan kondisi jiwa yang cenderung baik-baik saja justru membuat susah menulis.

Tapi sepertinya saya tidak bisa berlama-lama vakum menulis. baru-baru ini juga saya baru saja menyelasaikan karya tulis yang sebenarnya adalah tugas mata kulian tanteku yang sedang kuliah juga. tapi karena kesibukan dalam pekerjaannya, tugas ini diamanahkan kepadaku. wah, akhirnya dari sini semangat untuk menulisku kembali lagi.

tapi klo untuk di blogku ini.....
Kadang mikir, harus mulai dari mana ya??
Mungkin sebaiknya Aku baca-baca buku dulu deh dan menjelajahi kota makassar ini lagi...

It's Complicated

Kepada mereka "sang pemimpi"

08:18 by very_oe02

Udah baca buku best seller tetralogi Laskar Pelangi?? Kalo ada yang belum, cepat-cepat cari bukunya trus baca sampai Tammmat ya! Di jamin gak bakal rugi membaca buku-buku tersebut. Banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari buku itu. Saya juga termasuk yang terlambat, buku pertama dari tetralogi ini sudah terbit sejak September 2005 dan saya baru membacanya satu bulan yang lalu. Hihihi... maklum rada-rada kuper.. he,,he,,

Buku ini bercerita tentang kisah sekelompok anak-anak yang terdiri atas 10 orang dan menamai diri mereka dengan laskar pelangi, tinggal di Belitung sana, dengan segala kesulitan kehidupan yang tidak sedikitpun mengurangi mimpi mereka untuk melepaskan diri dari penyakit kronis bernama kemiskinan, dan keinginan besar itu di representasikan dengan keinginan yang luar biasa mewah dimata mereka. Dan kemewahan tersebut bernama pendidikan.

Buku ini ku tamatkan dengan penuh sensasi baru, selama aku ingat amulai belajar untuk "serius" dalam membaca novel. Buku ini membuatku menangis, tertawa, terpukul, tersentuh, terkenang, tercenung, terinspirasi, membangkitkan semangat, memperkuat akar mimpi yang telah ku tanam, membakar semangat nasionalisme dan keinginan untuk ikut menjadi bagian dari komponen bangsa ini yang ikut membangun.

Andrea Hirata, sang penulis buku ini benar-benar mampu menyampaikan pesan nya dengan baik. Ceritanya mengalir. Tak terkesan dia memberikan pesan-pesan moral yang luar biasa, tapi membacanya sudah cukup untuk membuatku terhentak berkali kali.

Kecintaannya atas masa kecil dan tanah kelahirannya benar-benar ter-representasikan dalam metafora-metafora yang hiperbol tapi tidak mengganggu sedikitpun, dan justru menimbulkan keingintahuan pembaca tentang Belitung.


Buku ini sangat baik untuk dibaca anak-anak yang mimpinya hampir musnah karena alasan-alasan klasik seperti kemiskinan. Juga bagi mereka-mereka yang beruntung mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak, namun sering menyia-nyiakannya.

Penting dibaca orang-orang yang tengah putus asa dalam meraih mimpi dan cita-cita. Bahwa cita-cita itu wajib untuk diraih, dan izinkan Tuhan menjalankan keajaibannya.

Buku ini wajib dibaca pejabat-pejabat dan pemimpin-pemimpin dibangsa ini, yang sudah mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia seperti yang dilakukan PT Timah di belitung, tapi tidak mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitarnya.

Terutama pejabat-pejabat yang diamanahi untuk mengurusi pendidikan bangsa ini, untuk lebih sensitive terhadap kondisi pendidikan di bangsa ini. Diknas seharusnya memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Ibu Muslimah, guru laskar pelangi di belitung, dan ibu muslimah lainnya di seluruh pelosok negeri ini, yang aku yakin masih ada ditengah bangsa yang semakin hedon ini.

Bagi aku sendiri…

Aku ingin sepintar Lintang, dan secerdas Mahar,

Aku ingin memiliki keinginan yang kuat seperti lintang yang rela bersepeda dengan sepeda bututnya 80 km dan melewati sarang guaya hanya untuk datang ke sekolah, dan Harun yang meski memiliki keterbelakangan mental Namur tetap bersekolah

Aku ingin seperti seperti Mahar dan Flo yang memiliki fantasi liar

Aku ingin memiliki keteguhan hati dan mimpi seperti Ikal

Aku ingin memiliki persahabatan seperti halnya laskar pelangi, seperti yang dilakukan A Kiong terhadap Samson

Aku ingin berkelana berkeliling dunia seperti Ikal dan Arai

Aku ingin memiliki keteguhan, ketulusan, dan kesederhanaan serta kemuliaan sebagaimana yang dimiliki Ibu Muslimah Hafsari dan Bapak Harfan Efendy Noor, yang membagi ilmu tanpa pamrih

"Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya." Itu salah satu pesan moral yang tertulis dalam novel Laskar Pelangi. Dan Andrea Hirata membuktikannya dengan tidak menikmati royalti penjualan bukunya (diperkirakan sudah mencapai Rp. 1 milyar) untuk kepentingan pribadi, tetapi menggunakannya untuk Laskar Pelangi in Action. Sebuah project untuk memajukan pendidikan bagi anak-anak di pulau Belitung. Jangan bayangkan nominal uangnya ya, tapi coba bayangkan pahala yang bisa dibawa buat bekal di akhirat nanti. Waduh, jadi ngiri deh. Ayoo... semangat, semangat !!!

Jadi, hanya satu yang bisa aku katakan... buku ini "HARUS DI BACA". :-)

Links

Powered by